BABY CARE

Jenis Ruam Pada Bayi, Moms Sudah Tahu?

Ruam pada bayi adalah kondisi kulit yang ditandai dengan perubahan warna, tekstur, atau penampilan kulit bayi yang tidak normal. Kondisi ini sering muncul dalam bentuk bintik-bintik merah, benjolan, atau kemerahan pada kulit bayi dan dapat disertai dengan gejala seperti gatal, nyeri, atau iritasi. Biasanya, ruam pada bayi dapat muncul di berbagai bagian tubuh, termasuk wajah, leher, dada, perut, punggung, lipatan kulit, dan selangkangan.

Penyebab ruam pada bayi

Berikut ini adalah hal-hal yang bisa menjadi penyebab ruam popok pada Buah Hati dan perlu Moms waspadai serta cara mengatasinya.

1. Iritasi dari tinja dan urin

Paparan urin atau tinja yang terlalu lama dapat mengiritasi kulit sensitif bayi. Sering-seringlah mengganti popok. Segera lepaskan popok basah atau kotor setiap kali terasa penuh. Bayi baru lahir mungkin perlu mengganti popoknya setiap 2-3 jam sekali. Sedangkan bayi di atas 6 bulan perlu mengganti popok paling tidak 4 jam sekali.  Utamakan untuk membilas area genital dan pantat bayi dengan air bersih setiap Moms mengganti popok.

2. Gesekan dari popok dan pakaian

Pemakaian Popok atau pakaian yang terlalu ketat yang bergesekan dengan kulit dapat menyebabkan ruam. Gunakan pakaian berbahan lembut yang adem dan longgar untuk mencegah ruam.

3. Infeksi bakteri atau jamur

Area yang tertutup popok — bokong, paha, dan alat kelamin — sangat rentan karena hangat dan lembap, menjadi tempat berkembang biak yang sempurna bagi bakteri. Ruam ini dapat ditemukan di dalam lipatan kulit, dan mungkin ada titik-titik merah yang tersebar di sekitar lipatan. Setelah mandi, pastikan  mengeringkan bagian tubuh Buah Hati secara teliti dengan cara ditepuk-tepuk lembut dengan handuk dan jangan mengeringkan dengan cara menggosoknya.

4. Pengenalan makanan baru

Saat bayi mulai makan makanan padat, kandungan fesesnya berubah. Ini meningkatkan kemungkinan ruam popok. Perubahan pola makan Buah Hati juga dapat meningkatkan frekuensi buang air besar, yang dapat menyebabkan ruam popok. Jika Buah Hati masih minum ASI ada pula kemungkinan mengalami ruam popok sebagai respons terhadap sesuatu yang dimakan oleh Moms.

5. Kulit sensitif

Bayi dengan kondisi kulit, seperti dermatitis atopik atau dermatitis seboroik (eksim), lebih mungkin mengalami ruam popok maupun ruam di bagian selain area popok.

Jenis ruam pada bayi

Agar dapat meredakan ruam dengan optimal, berikut ini beberapa jenis ruam pada bayi yang wajib Moms simak.

1. Ruam popok (diaper rash)

Ini adalah jenis ruam yang paling umum pada bayi yang terjadi akibat kulit yang lembap atau iritasi yang disebabkan oleh penggunaan popok yang terlalu lama, gesekan, urine, atau feses. Ruam popok biasanya muncul di area selangkangan, pantat, atau lipatan kulit di sekitar popok.

2. Ruam panas (heat rash)

Biasanya terjadi ketika bayi terlalu panas dan berkeringat terlalu banyak. Ruam panas dapat muncul dalam bentuk bintik-bintik merah kecil atau benjolan yang terasa gatal di daerah yang tertutup pakaian seperti leher, ketiak, atau lipatan kulit.

3. Eksim (eczema) bayi

Eksim pada bayi sering kali berupa ruam merah, gatal, dan kering. Ini bisa muncul di wajah, lengan, kaki, atau bagian tubuh lainnya. Eksim bayi bisa disebabkan oleh faktor-faktor seperti kulit kering, alergi makanan, atau alergi terhadap bahan-bahan dalam deterjen.

4. Ruam jerawat bayi (baby acne)

Ruam ini umumnya muncul sebagai benjolan atau bintik-bintik merah atau putih kecil di wajah bayi. Baby acne biasanya muncul pada minggu pertama hingga bulan pertama kehidupan bayi dan akan hilang dengan sendirinya.

5. Ruam gigitan nyamuk atau serangga (insect bites)

Bayi bisa mendapatkan ruam akibat gigitan nyamuk atau serangga, yang seringkali terlihat sebagai bintik merah yang gatal. Penting untuk menjaga bayi agar terlindung dari gigitan serangga dan menggunakan krim anti-gigitan yang aman.

6. Ruam infeksi (infected rash)

Ruam yang terinfeksi bisa muncul sebagai bintik-bintik berisi nanah, merah dan bengkak. Ruam ini dapat terjadi ketika bakteri atau jamur menginfeksi ruam lainnya.

7. Ruam yang berkaitan dengan makanan atau alergi

Beberapa bayi mungkin mengalami ruam akibat alergi makanan atau bahan tertentu yang digunakan di kulit mereka. Ruam ini bisa muncul dalam bentuk bintik merah atau gatal.

Penanganan ruam pada bayi sebaiknya dilakukan sesuai dengan penyebabnya. Umumnya, ruam bisa hilang setelah beberapa waktu dan tidak perlu khawatir, kecuali ruam yang muncul disertai gejala lain seperti demam atau sakit tenggorokan. Moms bisa mengatasi ruam dengan cara memandikannya dengan teratur, membersihkan dan mengeringkan area genital dengan benar, menjaga konsumsi protein Moms apabila Buah Hati masih mengonsumsi ASI, serta mengoleskan Pure Baby Skin Rescue Rash Cream pada bagian kulit yang ruam.

Pure Baby Skin Rescue Rash Cream diformulasikan khusus dengan bahan alami pilihan untuk membantu melindungi kulit sensitive bayi dari kemerahan akibat udara panas, ruam popok, dan bakteri penyebab iritasi. Diperkaya dengan Ekstrak Kolostrum dari sapi & Vitamin E sebagai sumber nutrisi untuk menjaga kulit bayi tetap lembut dan sehat, serta Zinc Oxide untuk membantu meringankan kemerahan dan iritasi ringan pada kulit bayi.

Artikel Lainnya: Benarkah Mengoleskan ASI dapat Meredakan Ruam Pipi Pada Bayi?

Wednesday, 18 October 2023

SUBSCRIBE TO PURE BABY NEWSLETTER SUBSCRIBE