DEVELOPMENT AND GROWTH

Serba-serbi yang Perlu Diketahui Tentang Sunat Bayi

Sirkumsisi atau lebih dikenal dengan istilah sunat adalah prosedur yang perlu dilakukan untuk kesehatan anak laki-laki Moms. Jika dulu sunat banyak dilakukan saat anak berada di usia sekolah dasar, kini semakin banyak orangtua yang memutuskan untuk melakukan sunat lebih awal, bakan sejak usia bayi. Alasannya tentu saja faktor kesehatan. Semakin tua usia anak laki-laki atau pria yang disunat, semakin bertambah juga risiko, tingkat kerumitan, dan lama proses penyembuhannya. Meski tidak wajib dilakukan sedini mungkin, namun dengan melakukan sunat, maka si Buah Hati akan terhindar dari masalah kesehatan berikut ini:

  • Mengurangi risiko terjadinya penyakit seksual menular, seperti herpes atau sifilis
  • Mencegah terjadinya penyakit pada penis, seperti nyeri pada kepala atau kulup penis yang disebut fimosis
  • Mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kemih yang berkaitan dengan masalah ginjal
  • Mengurangi risiko terjadinya kanker penis dan kanker serviks pada pasangan
  • Membuat kesehatan penis lebih terjaga, karena penis yang disunat lebih mudah dibersihkan

Sebenarnya selama tidak ada indikasi khusus, Moms tidak perlu terburu-buru kok. Alangkah lebih baik jika Moms mencari tahu dulu beberapa metode sunat yang sering dilakukan saat ini, berikut ini beberapa metode sunat yang kami kutip dari laman motherandbyeond.id:

  1.  Konvensional
    Sebelum kulit penis dipotong, akan dilakukan pembiusan terlebih dahulu. Setelah itu, barulah kulit penis diiris melingkar menggunakan gunting atau pisau khusus bedah. Setelah dipotong, kulit penis disatukan kembali dengan cara dijahit sehingga hasilnya relatif lebih baik.
  2. Electric Cauter
    Metode ini kerap disebut dengan metode sunat laser, namun dalam praktiknya alat yang digunakan adalah alat cauter untuk memotong kulit penis. Alat itu berbentuk seperti pistol dengan dua buah lempeng kawat di ujungnya yang saling berhubungan. Jika dialiri listrik, ujung logam akan panas dan memerah. Nah elemen yang memerah itulah yang digunakan untuk memotong kulit penis. Alat cauter akan memotong kulit tanpa menimbulkan pendarahan karena bersifat panas dan langsung membekukan darah di kulit tersebut.
  3. Klem
    Klem adalah tabung plastik khusus yang memiliki ukuran bervariasi sesuai ukuran penis. Metode klem memiliki banyak variasi alat dan nama, walau prinsip serta cara kerjanya sama. Kulit penis (kulup) dijepit dengan suatu alat sekali pakai, kemudian dipotong dengan pisau bedah tanpa harus dilakukan penjahitan. Setelah itu, klem akan dipasang pada penis hingga luka mengering sekitar 3-6 hari.
  4. Laser CO2
    Meski masih sangat jarang dilakukan, metode sunat laser sudah tersedia di Indonesia, khususnya kota besar seperti Jakarta. Laser yang digunakan adalah laser CO2. Setelah dibius lokal, kulit penis yang hendak dipotong, ditarik dan dijepit dengan klem. Laser CO2 kemudian memotong kulit penis tanpa menimbulkan pendarahan sedikit pun. Meski begitu, kulit tetap harus dijahit agar proses penyembuhan sempurna.

Nah, jika Buah Hati sudah disunat, bagaimanakah perawatannya hingga sembuh? Meskipun setiap metode memiliki cara perawatan yang berbeda, namun secara umum inilah hal-hal yang perlu Moms perhatikan.

  • Gunakan celana yang longgar atau sarung untuk menghindari gesekan dengan penis. Bahkan kini sudah banyak dijual celana yang pada bagian depannya sudah dilengkapi tempurung plastik (celana batok) yang memang diperuntukkan untuk digunakan pasca sunat.
  • Rutin kontrol ke dokter untuk merawat luka dan selalu perhatikan kebersihan alat genital untuk menghindari infeksi. Biasanya dokter akan memperbolehkan untuk mandi namun upayakan agar area genital tidak terlalu banyak terpapar air. Buah hati bisa tetap menggunakan celana batok saat mandi atau gunakan waslap untuk membilas tubuh. Hidnari berendam hingga lukan kering sepenuhnya.
  • Konsumsi obat pereda sakit untuk mengurangi nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen. Terkadang, dokter juga akan meresepkan antibiotik untuk mencegah infeksi setelah sunat.
  • Dokter mungkin akan membekali Moms semprotan antiseptik dan obat luka. Gunakan sesuai anjuran dokter untuk membersihkan dan mengobati luka sunat.
  • Pastikan Buah Hati tidak terlalu banyak bermain atau bergerak terlebih dahulu.

Demikian serba-serbi yang perlu Moms ketahui seputar sunat bayi dan anak. Jika Moms sudah yakin, tidak ada salahnya untuk segera dilakukan, bukan?

SUBSCRIBE TO PURE BABY NEWSLETTER

SUBSCRIBE